Mengapa 10 foto sudah cukup
Anda bisa memulai situs web tanpa pemotretan profesional. 10 foto apa saja yang dibutuhkan, dan tiga aturan saat memotret dengan ponsel.
Kami sering mendengar, "Belum bisa bikin karena belum ada foto." Padahal foto yang dibutuhkan untuk versi pertama situs web lebih sedikit dari yang dibayangkan, dan sebagian besar boleh diambil dengan ponsel. Jauh lebih baik rilis dulu dengan 10 foto lalu menggantinya nanti, daripada menunda berbulan-bulan karena foto.
10 foto yang dibutuhkan
- 1 foto tampak luar: papan nama terlihat, diambil siang hari
- 2 foto pintu masuk · interior: dari arah pandang pelanggan saat masuk
- 4 foto menu andalan · hasil kerja: utamakan yang paling laris
- 1 foto saat bekerja atau melayani: kehadiran orang menambah kepercayaan
- 1 foto detail: foto jarak dekat seperti bahan, alat, atau tangan
- 1 foto Anda atau tim: jika tidak nyaman menampilkan wajah, foto dari belakang atau tangan pun tidak masalah
Tiga hal saat memotret dengan ponsel
Pertama, siang hari dengan cahaya alami dari jendela. Foto malam di bawah lampu neon warnanya jadi kusam. Kedua, potret secara horizontal. Layar pertama situs web memanjang ke samping, jadi foto vertikal akan terpotong. Ketiga, mundur satu langkah saat memotret dan jangan dipotong. Ruang kosong dibutuhkan untuk tempat menaruh teks.
Tugas foto adalah 'bukti'
Peran foto di situs web bukan untuk tampil cantik, melainkan menunjukkan bahwa toko Anda 'benar-benar ada'. Karena itu, foto asli meski sedikit kurang rapi lebih baik daripada gambar stok. Mesin pencari juga membaca keterangan (alt) setiap foto, jadi jika Anda menulis satu baris tentang isi tiap foto, situs Anda juga akan muncul di pencarian gambar.
Rilis dulu dengan 10 foto, lalu saat pelanggan bertambah, tambahkan opsi 'Pembuatan gambar AI' atau pesan pemotretan terpisah. Jika urutannya terbalik, rilisnya akan terlambat.